Forum Pembaca Turos Kaji Tafsir Juz ‘Amma Karya Imam Qusyairi

Jakarta — Forum Pembaca Turos mengadakan diskusi daring #MusyawarahBuku pada Minggu (13/8) melalui Zoom dengan mengkaji Tafsir Juz ‘Amma karya Imam Qusyairi. Tema yang diangkat adalah “Memahami al-Quran Lewat Tafsir, Menjawab Problem Zaman Akhir”.

Lebih dari 50 peserta dari Forum Pembaca Turos mengikuti diskusi ini. Kitab tafsir tersebut dibaca ulang sebagai bekal untuk menanggapi perkembangan zaman yang kian rumit.

Narasumber dan Jalannya Diskusi #MusyawarahBuku

Forum Pembaca Turos menghadirkan dua pemateri, yakni Kuswandani Yahdin, Lc, yang dikenal sebagai ahli tafsir, dan Prof. Dr. Abad Badruzaman, akademisi terkemuka. Ariel Achmad Pramudya bertindak sebagai moderator.

Diskusi berlangsung pukul 15.30 sampai 17.30 WIB dalam suasana yang hidup. Moderator menjaga alur pembicaraan tetap dinamis dan mengajak peserta terlibat. Banyaknya pertanyaan yang diajukan menunjukkan keinginan peserta untuk mendalami konsep tafsir.

  • Penyelenggara: Forum Pembaca Turos
  • Waktu: Minggu (13/8), pukul 15.30–17.30 WIB
  • Platform: Zoom
  • Buku yang dikaji: Tafsir Juz ‘Amma karya Imam Qusyairi

Terjemahan Saja Tidak Cukup untuk Memahami al-Quran

Kuswandani Yahdin, Lc, berpendapat bahwa memahami al-Quran tidak bisa hanya bersandar pada terjemahan. Untuk menangkap konteks setiap ayat, pembaca sebaiknya merujuk pada tafsir.

“Tafsir sufistik memberikan dimensi lebih dalam dalam pemahaman ayat-ayat al-Quran. Ini bukan sekadar memahami teks, tetapi merasakan dan menghayati konteks serta maknanya,” kata Kuswandani.

Kesadaran sebagai Bekal Utama Penafsir

Prof. Dr. Abad Badruzaman menyoroti pentingnya kesadaran (consciousness) ketika seseorang menafsirkan al-Quran. Menurutnya, jarak waktu dan geografis antara masa turunnya kalam ilahi dan zaman sekarang sangat memengaruhi lahirnya ragam penafsiran.

“Piranti pertama yang harus dimiliki seorang mufassir atau muthawwil untuk berinteraksi dengan al-Quran meskipun kita bukan penutur bahasa Arab asli adalah al-inshof (kesadaran),” ujar Prof. Dr. Abad Badruzaman.

Lewat #MusyawarahBuku, peserta diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman akhir dengan pemahaman al-Quran yang lebih mendalam dan kontekstual. Beragam sudut pandang tafsir yang dihadirkan dapat menjadi bahan renungan sekaligus pegangan dalam menjalani kehidupan yang makin kompleks.

Rekaman diskusi ini dapat ditonton ulang di kanal YouTube Rene Turos Studio melalui tautan ini.

Poin Penting

  • #MusyawarahBuku digelar Forum Pembaca Turos lewat Zoom pada Minggu (13/8) dan diikuti lebih dari 50 peserta.
  • Buku yang dikaji adalah Tafsir Juz ‘Amma karya Imam Qusyairi.
  • Kuswandani Yahdin, Lc, menegaskan perlunya merujuk tafsir, bukan hanya terjemahan.
  • Prof. Dr. Abad Badruzaman menyebut kesadaran (al-inshof) sebagai piranti pertama seorang penafsir.