Turos Pustaka dan FU UIN Jakarta Bedah Buku Apa itu Tasawuf? Martin Lings
JAKARTA – Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama penerbit Turos Pustaka menggelar FU Talkshow berupa bedah buku Apa itu Tasawuf? karya Dr. Martin Lings pada Rabu (17/5/2023). Buku tersebut merupakan terjemahan dari What if Sufism yang diterbitkan kembali dalam bahasa Indonesia oleh Turos Pustaka.
Narasumber dan Format Acara
Diskusi ini menghadirkan tiga narasumber dan seorang moderator:
- Dr. Wiwi Siti Sajaroh, Direktur Pusat Studi Gender dan Anak UIN Jakarta
- Dr. Humaidi, Dosen Pascasarjana UIN Jakarta
- Wawan Kurniawan, M.Ag, penerjemah buku Apa itu Tasawuf?
- M. Tamamul Iman, M.Phil, moderator
Acara berlangsung secara hybrid. Peserta luring hadir di Teater Lantai 4 Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta, sedangkan peserta daring dapat mengikuti siaran langsung di kanal YouTube Rene Turos Studio.
Dimulai pukul 13.00 WIB, bedah buku ini disambut antusias. Sekitar 120 peserta dari berbagai kalangan sivitas akademika UIN Jakarta memadati ruang teater hingga melebihi kapasitas.
Alasan Turos Pustaka Menerjemahkan Karya Martin Lings
Dalam sambutannya, Editor in Chief Turos Pustaka, M Farobi Afandi, menjelaskan bahwa buku ini diterjemahkan agar pembaca Indonesia mengenal sisi lain Martin Lings. “Agar pembaca Indonesia juga mengenal Martin Lings bukan hanya sebagai penulis sirah nabawiyah saja, melainkan juga sebagai seorang sufi,” ujarnya.
Isi Diskusi Buku Apa itu Tasawuf?
Moderator membuka diskusi dengan meminta penerjemah menjawab pertanyaan yang menjadi judul buku. Wawan Kurniawan menjelaskan bahwa buku ini tidak ditulis oleh pengamat tasawuf semata. Menurutnya, buku ini sejenis dengan Risalah al-Qusyairiyah dan Ihya Ulumiddin, hanya saja ditulis oleh seorang sufi abad ke-21.
“Lings menjawab pertanyaan apa itu tasawuf, bahkan semua esensi dari tasawuf, dengan sebuah hadis qudsi yang terkenal. Lings juga menyertakan argumentasinya mengapa ia menggunakan hadis qudsi ini,” papar Wawan.
Dr. Wiwi Siti Sajaroh, pakar tasawuf UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengungkapkan bahwa Martin Lings juga menempuh jalan tarekat. “Jika ditanya apakah Martin Lings bertarekat, jawabnya iya. Lings mengikuti tarekat Syadziliyah, Hadhratussyekh Hasyim Asy’ari juga menganut tarekat yang sama,” katanya.
Dr. Humaidi kemudian melengkapi uraian kedua pembicara sebelumnya. Ia menegaskan bahwa inti tasawuf adalah kerendahan hati, lalu mengutip kisah Hasan al-Basri dan muridnya, Habib, yang dimuat dalam buku ini.
Sesi tanya jawab berlangsung ramai karena peserta berebut kesempatan bertanya, sehingga jumlah penanya harus dibatasi. Setelah tiga jam, acara ditutup pukul 16.00 WIB dengan penyerahan cendera mata kepada narasumber dan foto bersama tamu undangan serta peserta.
Poin Penting
- Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta dan Turos Pustaka membedah buku Apa itu Tasawuf? karya Martin Lings pada 17 Mei 2023.
- Acara digelar hybrid di Teater Lantai 4 FU UIN Jakarta dan kanal YouTube Rene Turos Studio, dihadiri sekitar 120 peserta.
- Turos Pustaka menerjemahkan buku ini agar Martin Lings dikenal juga sebagai sufi, bukan hanya penulis sirah nabawiyah.
- Narasumber membahas jawaban Lings melalui hadis qudsi, tarekat Syadziliyah yang ia ikuti, dan kerendahan hati sebagai inti tasawuf.