Renebook Bedah A Gentle Reminder di Meaning Sharing Session IIBF

Jakarta — Penerbit Renebook menggelar Meaning Sharing Session bertajuk “Tentang Menemukan, Memulihkan, dan Menguatkan Diri” pada 30 September 2026 di Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026, Jakarta International Convention Center (JICC). Sesi ini mengupas buku A Gentle Reminder bersama psikolog Sabrina Maidah, M.Psi., dengan Editor Renebook Sakti Ramadhan sebagai moderator.

Dalam suasana yang hangat dan interaktif, peserta diajak menelusuri proses mengenali diri, menerima emosi, menghadapi luka, hingga menemukan kembali tenaga untuk melanjutkan hidup. A Gentle Reminder sendiri berisi rangkaian pengingat tentang relasi, kehilangan, penerimaan diri, proses bertumbuh, dan cara menghadapi masa-masa ketika hidup terasa tidak baik-baik saja.

A Gentle Reminder sebagai Bacaan yang Membuat Pembaca Merasa Dipahami

Sabrina Maidah menilai buku ini dekat dengan pengalaman sehari-hari. Bahasanya mudah dicerna, sehingga buku dapat dibuka kembali kapan pun seseorang butuh ruang untuk merenungkan perasaannya. Ia bahkan menyebutnya cocok sebagai semacam pocketbook, tempat pembaca menandai dan membaca ulang bagian yang terasa relevan.

Menurut Sabrina, kekuatan buku ini tak hanya pada kalimat-kalimatnya yang hangat, tetapi pada kemampuannya membuat pembaca merasa dipahami. Dari pengalamannya menangani kasus relasi, pernikahan, serta proses jatuh dan bangkit, ia melihat orang yang terluka kerap lebih membutuhkan ruang untuk mengenali perasaannya ketimbang sekadar diberi nasihat.

Ia menambahkan, kata-kata yang datang di saat yang tepat bisa menenangkan, terutama ketika seseorang merasa didengar, ditemani, dan tidak dihakimi. Dengan begitu, bacaan bukan hanya hiburan, melainkan pintu masuk menuju refleksi diri. Membaca pun menjadi lebih bermakna bila pembaca tidak berhenti di halaman terakhir, melainkan mengaitkan isinya dengan hidupnya sendiri, entah lewat membaca, menulis, berbicara, maupun bertemu orang lain.

Akses Psikolog, Kebahagiaan Kerja, dan Support System

Diskusi juga menyentuh akses ke psikolog dan psikiater yang tidak selalu mudah. Sabrina mengakui bantuan profesional bisa menjadi privilese, salah satunya karena faktor biaya. Meski begitu, ia menegaskan bahwa tenaga profesional berperan sebagai wadah dan pemandu, sementara proses mengenali diri tetap menuntut keterlibatan aktif individu. Buku, belajar, percakapan, dan sumber pengetahuan lain dapat menjadi bagian dari proses itu.

Beberapa topik lain yang muncul dalam sesi ini antara lain:

  • Rasa nyaman dalam bekerja: kebahagiaan bersifat personal, sehingga seseorang perlu lebih dulu memahami tujuannya bekerja, apakah untuk bertahan hidup, aktualisasi diri, rasa aman, atau kebutuhan lain.
  • Peran support system: teman, pasangan, dan keluarga penting sebagai pendukung, tetapi tidak dapat menggantikan pendampingan profesional bila sudah menyangkut kondisi klinis; kemauan individu untuk menerima bantuan juga menentukan.
  • Overthinking: perasaan perlu dibedakan dari pikiran; perasaan boleh diakui, tetapi pikiran belum tentu mencerminkan kenyataan karena bisa lahir dari asumsi, ketakutan, atau skenario terburuk.

Peserta Berbagi Kutipan dan Pengalaman Pribadi

Sesi makin akrab ketika peserta diminta memilih kutipan A Gentle Reminder yang paling mengena bagi mereka. Sebagian mengaitkannya dengan pengalaman kehilangan arah, patah hati, harapan, overthinking, hingga melepaskan hal yang tak lagi sehat untuk dipertahankan. Salah satu peserta bercerita bahwa buku ini membantunya menemukan kembali motivasi setelah patah hati.

Menanggapi cerita tentang pemulihan dan hubungan, Sabrina mengingatkan bahwa hidup selalu menyediakan pilihan. Bertahan, diam, melepaskan, atau mengambil arah lain adalah keputusan yang perlu disadari dan dipertanggungjawabkan masing-masing. Pandangan itu muncul ketika peserta membicarakan keberanian keluar dari situasi yang dirasa tidak lagi tepat. Menanggapi kisah peserta yang bangkit dari patah hati, Sabrina kembali menegaskan bahwa kata-kata dapat menjadi salah satu medium yang membantu seseorang memperoleh sudut pandang baru dan merasa lebih tenang.

Di penghujung sesi, Sabrina merangkum pesannya:

“Apa yang kalian rasakan itu valid, resapi dan pahami, tetapi hidup terus berjalan; jangan pernah merasa hidup sudah berhenti, karena ketika sedang tidak baik-baik saja kita memang membutuhkan ruang untuk merasakannya, namun kita juga perlu mengingat bahwa kita masih memiliki diri kita sendiri.”

Lewat Meaning Sharing Session, Renebook tidak sekadar membedah buku, tetapi mempertemukan bacaan, pengalaman pribadi, dan perspektif psikologi. Peserta tidak hanya menyimak ulasan isi buku, tetapi juga membawa pengalamannya sendiri ke dalam percakapan. Kegiatan ini sejalan dengan upaya Renebook menghadirkan literasi yang dekat dengan keseharian, agar buku menjadi sarana memahami diri, membuka percakapan, dan menemukan makna dari pengalaman yang sedang dijalani.

Tentang Renebook

Renebook adalah bagian dari Rene Turos Group yang menerbitkan buku-buku pengembangan diri, psikologi populer, bisnis, produktivitas, parenting, dan tema lain yang relevan dengan pembaca masa kini. Melalui buku dan kegiatan literasi, Renebook berupaya menyajikan bacaan yang informatif sekaligus membuka percakapan, memperluas perspektif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Poin Penting

  • Renebook menggelar Meaning Sharing Session pada 30 September 2026 di IIBF 2026, JICC, Jakarta.
  • Sesi membahas buku A Gentle Reminder bersama psikolog Sabrina Maidah, M.Psi., dan Editor Renebook Sakti Ramadhan sebagai moderator.
  • Sabrina menilai buku ini membuat pembaca merasa dipahami dan dapat menjadi pintu masuk refleksi diri, tanpa menggantikan pendampingan profesional untuk kondisi klinis.
  • Peserta berbagi kutipan favorit dan pengalaman pribadi, termasuk soal patah hati dan overthinking.